Sabtu, 25 Mei 2013

Upaya Memajukan Ketahanan Nasional di Bidang Ilmu Pengetahuan


1. Pengertian
       Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara, serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.

       Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemempuan menggambarkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.

       Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Pengalaman Unik Saat Naik Kereta Api


Disini saya mau cerita pengalaman saya naik kereta api dengan pengalaman unik, konyol, seru, dan menyebalkan. Silahkan agan-agan menyimak cerita selengkapnya :D

Pertama-tama saya perkenalkan tokoh-tokoh nya terlebih dahulu supaya agan-agan ga bingung oke ;) , ada saya (Bayu), Rian, Irfan, Fadzrin, Agi, dan Arief.

Awal mula-nya saya dan temen-temen saya ingin liburan. Hari ini adalah hari minggu, kita berkumpul di salah satu rumah temen saya yang bernama irfan, untuk ngomongin kemana tujuan liburan kali ini. Ternyata yang dateng ga banyak, saya mulai pesimis liburannya ga jadi, ga lama rian nyeplos "Gimana kalo ke jogja, kemaren ada yang usul tuh", dengan pertimbangan yang labil temen-temen yang lain pada setuju, tapi saya coba berfikir realistis dan bertanya-tanya, "Disana mau ngapain ? Ada wisata apa ? Kita kan ga ada pengalaman pergi jauh-jauh, apa lagi orang nya cuma dikit". Rian langsung jawab "Liburan lah bay, disana banyak ko wisatanya, contohnya Candi Prambanan sma Candi Borobudur". Saya mulai bertanya lagi, "Mau naik apa ? Kereta Api ? lagian kalo jalan-jalan duit gw cuma dikit, tau cukup apa engga ini", irfan pun ngejawab, "Iya, paling naik Kereta Api cuma 30 ribu, disana kehidupan nya murah kali bay, 250 ribu cukup lah untuk 3 hari". Lalu rian menanyakan kepastiannya "Jadi gimana, pada setuju ga nih ? kalo setuju 3 hari lagi kita berangkat, malam ini kita beli tiketnya", saya mulai berfikir, kayanya bakal jadi nih kalo hal-hal yang saya pertanyakan sudah terjawab, dan tanpa fikir panjang saya langsung setuju dan bilang "Oke, berangkatlah !", dan yang lain pun menyusul meng-iya-kan. Untuk jaga-jaga temen saya juga coba cari info dari backpacker yang pernah kesana sebelumnya melalui social media, kaskus.

Rabu, 24 April 2013

Kebijakan Dalam Memenangkan Globalisasi

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.

Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Masyarakat Indonesia, dalam era globalisasi ini tidak dapat menghindar dari arus derasnya kompleksitas perubahan (Inovasi) sebagai akibat canggihnya teknologi informasi, telekomunikasi , tatanan ekonomi dunia yang mengarah pada pasar bebas,serta tingkat efisiensi dan kompetitif yang tinggi di berbagai bidang kehidupan. Suka/ tidak suka, mau/tidak bangsa Indonesia harus mengikutinya jika tidak akan ketinggalan dan mungkin disebut Negara “primitif”

Menurut saya kebijakan untuk dapat memenangkan globalisasi dengan cara pengembangan dalam beberapa bidang, yaitu :

Perdukunan Dalam Globalisasi

Perdukunan adalah istilah penghinaan yang digunakan untuk menggambarkan praktik non medis ujungnya penipuan. Perdukunan merupakan kepura-puraan keterampilan non medis atau orang yang berpura-pura sebagai seorang ahli profesional, memiliki pengetahuan atau kualifikasi pada beberapa bidang keahlian, padahal dia tidak memiliki dan merupakan Seorang penipu.

Orang yang melakukan perdukunan biasanya tidak sendiri, mereka biasanya terdiri dari beberapa orang merupakan satu TIM yang modus operasinya adalah penipuan. Untuk mencari mangsa ada orang-orang yang bertindak sebagai orang yang mempromosikan bidang keahlian si dukun itu, padahal promosinya omong kosong dan penipu. Jika ada mangsa yang sudah masuk perangkap maka mulai diadakan perjanjian untuk pergi ke rumah sang Dukun. Dengan trik perdukunan si Mbah Dukun bisa menebak isi hati dan kemauan pasien, inilah salah satu penipuan yang bisa menjatuhkan martabat Dukun yang asli.

Sebenarnya praktik perdukunan bukanlah khas masyarakat daerah (suku) dan tradisional yang melambangkan keterbelakangan. Bangsa maju dan modern di Eropa dan Amerika yang mengagungkan rasionalitas juga punya sejarah perdukunan, berwujud santet (witchcraft).

Namun seiring perkembangan zaman yang lebih modern dengan kemajuan teknologi, manusia lebih berfikir berdasarkan logika dan sesuatu yang masuk akal dan lebih bisa di terima oleh nalar. Jadi, dunia perdukunan dalam era globalisasi semakin berkurang dan bukan tidak mungkin perdukunan akan habis dimakan zaman.
Karena ilmu perdukunan ini lebih sering digunakan untuk hal-hal yang negatif.


Sumber :

Hak Asasi Manusia dan Eksistensi Negara Indonesia

1. Hak Asasi Manusia
Hak Asasi Manusia (HAM)
adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM).

Pelanggaran Hak Asasi Manusia 
adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).

2. Ekstensi Negara Indonesia
Apabila meninjau secara deduksi, di dalam tatanan dunia ada sebuah organisasi yang disebut negara, secara umum fungsi dan tujuan organisasi negara adalah untuk mewujudkan segala cita-cita yang diharapkan oleh rakyatnya. Pengertian dari negara dikemukakan oleh para ahli, sebagai berikut :
a) Belefroit menyatakan bahwa negara adalah persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah untuk selama-lamanya dan dilengkapi dengan kekuasaan tertinggi untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.
b) H.J. Laskie menyatakan bahwa negara adalah masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bisa memaksa secara sah, lebih agung dari individu maupun kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat tersebut.
c) Karl Mark menyatakan bahwa negara adalah kekuasaan bagi manusia atau penguasa untuk menindas manusia lainnya.
d) Mark Weber berpendapat bahwa negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli untuk menggunakan kekerasan fisik secara sah di dalam masyarakat.
Sponsor by Rubber Gank