Selasa, 01 Juli 2014

Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Layanan SMS Banking Bank BRI Di Kota Jakarta Timur

Halloo !! Sudah lama sekali saya gak nengokin blog saya ini, paling buka kalo ada tugas sofskill aja, karna harus di posting. Dulu saya sering banget membuka blog saya, dan bermain dengan CSS supaya blog saya terlihat keren dan bagus, karena pada saat itu blog sedang ngetrend-ngetrendnya. Namun, karena saya sibuk dengan tugas dan berbagai kegiatan lain, saya jadi mulai meninggalkan aktivitas pada blog saya.
Seperti yang saya bilang, sekarang ini saya biasanya buka buka blog hanya untuk memposting tugas dari kampus aja sih. Nahh, tugas saat ini benar-benar merepotkan saya, secara harus membuat tugas bertemakan Pekembangan Perbankan dengan format Penulisan Ilmiah. Disamping itu saya juga harus mengerjakan PI yang sebenarnya, namun yang menjadi masalah saya mendapat cobaan yang berat bahwa Dosen Pembimbing saya merupakan dosen yang cukup disegani, dia sangat memperhatikan penulisan dan ahli database, sehingga sangat-sangat menguras tenaga dan pikiran. Hal itu lah yang ngebuat saya jadi berat hati ngerjain tugas yang merepotkan ini, namun apadaya tugas tetaplah tugas, dari situlah kita bisa mendapat nilai. Oke, daripada lama-lama saya bercurhat ria, langsuung aja simak pembahasan tugas saya ini :D
Disini saya akan menampilkan tugas softskill yang membahas “Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Layanan SMS Banking Bank BRI Di Kota Jakarta Timur” yang menjadi judul dari tugas saya. Tugas ini saya buat dengan menggunakan metode TAM untuk mendapatkan hasil survei dari persepsi para nasabah Bank BRI.

Layanan SMS Banking merupakan salah satu bagian dari layanan elektronik banking yang ditawarkan oleh suatu bank, salah satunya adalah BRI yang digunakan untuk menyampaikan nilai lebih dari produk simpanan tabungan nasabahnya. Dengan menyajikan manfaat dan pelayanan yang lebih baik tentunya.
Walaupun fasilitas yang diberikan sangat membantu, namun tidak semua nasabah mau menggunakan dan mengaktifkan layanan tersebut, dikarenakan berbagai hal. Melihat hal tersebut, maka penulis berusaha untuk mencari tahu bagaimana persepsi nasabah BRI terhadap layanan SMS banking ini, seberapa pentingkah peran layanan SMS Banking di daerah Jakarta Timur. Melalui pengukuran mengenai persepsi pelanggan, perusahaan akan dapat mengetahui seberapa tinggi peran layanan sms banking BRI untuk konsumen, maka hal ini dapat langsung membantu perusahaan dalam rangka mengevaluasi serta menemukan bagian mana yang mebutuhkan peningkatan layanan.

Disini saya akan bagaimana hasil yang dikumpulkan dari para responden yang berjumlah 30, dengan pengisian angket saya berikan mereka mengisi sesuai apa yang di pertanyakan pada angket tersebut. Dari angket yang dibuat, disebarkan, lalu diisi oleh nasabah, saya telah mendapatkan hasil dari pengisian jawaban tersebut, yaitu:

1.    Hasil Survei Menurut Karateristik Responden
Hasil survei mengatakan bahwa dalam kategori usia terdapat 33,33%, yang artinya didominasi oleh responden yang berusia 22 tahun. Untuk kategori jenis kelamin, responden pria lebih banyak dibanding wanita sejumlah 20 responden, yaitu 66,67%. Pada kategori pekerjaan didominasi oleh karyawan / pegawai dengan persentasi 40% yang berjumlah 12 orang. Sedangkan untuk kategori penghasilan lebih banyak yang mendapat Rp 1-5 juta dengan 15 orang. Untuk Kategori banyaknya transaksi paling banyak dilakukan 2-3 kali perbulan oleh 11 orang dengan persentase 36,67%. Di kategori selanjutnya dari responden yang mengetahui layanan sms banking bri sejumlah 18 orang dengan persentase 60%. Pada kategori yang terakhir yang menggunakan layanan ini sebesar 73,33%, yaitu 22 responden. Dibawah ini merupakan tabel lengkapnya:
Usia
Jumlah Responden
Persentase %
20 Tahun
4
13,33%
21 Tahun
7
23,33%
22 Tahun
10
33,33%
>= 23 Tahun
9
30%
Jenis Kelamin
Jumlah Responden
Persentase %
Pria
20
66,67%
Wanita
10
33,33%
Pekerjaan
Jumlah Responden
Persentase %
Karyawan / Pegawai
12
40%
Profesional / Manajer
2
6,67%
Wiraswasta
5
16,67%
Pengajar
0
0%
Pelajar / Mahasiswa
8
26,67%
Lainnya
3
10%
Pendapatan perbulan
Jumlah Responden
Persentase %
< Rp 1.000.000
10
33,33%
Rp 1.000.000 - Rp 5.000.000
15
50%
Rp 5.000.000 - Rp 10.000.000
5
16,67%
> Rp 10.000.000
0
0%
Banyak Transaksi Dengan SMS Banking BRI
Jumlah Responden
Persentase %
Tidak Sama Sekali
9
30%
Sekali
5
16,67%
2 – 3 kali
11
36,67%
> 3 kali
5
16,67%
Tahu Tentang Layanan SMS Banking BRI
Jumlah Responden
Persentase %
Ya
18
60%
Tidak
12
40%
Menggunakan Layanan SMS Banking BRI
Jumlah Responden
Persentase %
Ya
22
73,33%
Tidak
8
26,67%
Jumlah (masing-masing kategori)
30
100%
Gambar 1. Tabel Karakteristik Responden

2.    Hasil Survei Yang Menganilis Responden Terhadap Layanan SMS Banking BRI Menggunakan Metode TAM (Technology Acceptance Model)
Sebelum melihat hasilnya saya akan menjelaskan pengertian dari TAM itu sendiri. Technology Acceptance Model (TAM), diperkenalkan  pertama kali oleh Fred D. Davis pada tahun 1989. TAM dibuat khusus untuk pemodelan adopsi pengguna sistem informasi. Menurut Davis (1989), tujuan utama TAM adalah untuk mendirikan dasar penelusuran faktor eksternal terhadap kepercayaan, sikap (personalisasi), dan tujuan pengguna komputer. TAM menganggap bahwa dua keyakinan variabel perilaku utama dalam mengadopsi sistem informasi, yaitu kemudahan pengguaan (ease of use) dan manfaat (usefulness). Kedua variabel tersebut dapat  menjelaskan aspek keperilakuan pengguna. Kesimpulannya adalah model TAM dapat menjelaskan bahwa persepsi pengguna akan menentukan sikapnya dalam  penggunaan TI.
Penelitian ini menggunakan 4 konstruk dari model penelitian TAM, yaitu:
1.    Perceived Usefulness, yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat yang diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu dapat meningkatkan kinerjanya.
2.    Perceived Ease of Use, yaitu persepsi pengguna terhadap penggunaan yang diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tidak perlu usaha apapun (free of effort).
3.    Attitude Toward Using, dikonsepkan sebagai sikap terhadap penggunaan sistem yang berbentuk penerimaan maupun penolakan atau sikap menyatakan apa yang disukai dan tidak.
4.    Actual Usage, dikonsepkan dalam bentuk pengukuran terhadap frekuensi dan durasi waktu penggunaan teknologi.
Persepsi pengguna terhadap penggunaan juga berpengaruh pada persepsi pengguna terhadap manfaat yang dapat diartikan bahwa jika seseorang merasa sistem tersebut mudah digunakan maka sistem tersebut  berguna bagi mereka.
            Oke, langsung saja saya membahas hasilnya.
1.    Perceived Usefulness
Dalam konstruk ini pernyataan yang dibuat di berikan kode PU, seperti:
1.    PU1 = SMS Banking BRI dapat meningkatkan efisiensi waktu saya.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 73,33% responden setuju.
2.    PU2 = SMS Banking BRI dapat meningkatkan efektivitas kegiatan saya.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 60% responden setuju.
3.    PU3 = SMS Banking BRI meningkatkan efektivitas kegiatan pelayanan perbankan.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 60% responden setuju.
4.    PU4 = Menurut saya SMS Banking BRI sangat bermanfaat.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 66,67% responden setuju.

Gambar 2. Grafik Perceived Usefulness

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa responden setuju dengan layanan SMS Banking BRI dan percaya bahwa menggunakan layanan ini dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas serta kinerjanya.

2.    Perceived Ease of Use
Dalam konstruk ini pernyataan yang dibuat di berikan kode PU, seperti:
1.    PEOU1 = SMS Banking BRI sangat mudah digunakan.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 46,67% responden ragu-ragu.
2.    PEOU2 = SMS Banking BRI cukup fleksibel.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 56,67% responden ragu-ragu.
3.    PEOU3 = Saya memegang kendali transaksi dalam transaksi melalui SMS Banking BRI.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 56,67% responden setuju.
Gambar 3.Grafik Perceived Ease of Use


Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa responden ragu-ragu dengan layanan SMS Banking BRI dan percaya bahwa menggunakan layanan ini dapat dilakukan dengan mudah digunakan dan fleksibel.

3.    Attitude Toward Using
Dalam konstruk ini pernyataan yang dibuat di berikan kode PU, seperti:
1.    ATU1 = Saya merasa SMS Banking BRI memudahkan saya dalam melakukan kegiatan Transaksi.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 66,67% responden ragu-ragu.
2.    ATU2 = Menggunakan SMS Banking BRI adalah ide yang bagus.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 60% responden setuju.
3.    ATU3 = Layanan SMS Banking BRI sesuai dengan kebutuhan saya.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 50% responden ragu-ragu.
4.    ATU4 = Penggunaan SMS Banking BRI dinilai perlu digunakan.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 70% responden setuju.

Gambar 4. Grafik Attitude Toward Using


Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi responden seimbang, dimana sebagian menyatakan setuju layanan SMS Banking BRI ide yang bagus dan perlu untuk digunkan, sementara sebagiannya lagi menyatakan ragu-ragu bahwa menggunakan layanan ini dapat memudahkan kegiatan transaksi dan sesuai dengan kebutuhan.

4.    Actual System Usage
Dalam konstruk ini pernyataan yang dibuat di berikan kode PU, seperti:
1.    AU1 = Saya berniat untuk menggunakan SMS Banking BRI.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 56,67% responden setuju.
2.    AU2 = Saya berniat menggunakan SMS Banking BRI lebih sering daripada harus datang langsung ke Bank untuk melakukan transaksi, dll.
Pada pernyataan ini mendapatkan hasil 63,33% responden setuju.

Gambar 5.Grafik Actual Usage

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa responden setuju dengan layanan SMS Banking BRI dan percaya bahwa menggunakan layanan ini dan berniat untuk menggunakan layanan ini lebih sering untuk melakukan transaksi, dll.

Demikian tugas yang saya buat, mudah2an bermanfaat buat pembaca dan membantu menjadikannya sebagai referensi. Dan yang paling terpenting dapat memnbantu saya mendapat nilai Softskill yang lebih baik, terima kasih.. :D

Sumber:
1. SMS Banking BRI, “Aplikasi SMS Banking BRI”, http://www.smsbankingbri.com/aplikasi-sms-banking-bri/, 3 May 2014.
2. Nauli Wahyuda, “Manfaat Dan Resiko Menggunakan Mobile Banking”, http://internetnauli.blogspot.com/2011/10/manfaat-dan-resiko-menggunakan-mobile.html/, 2 Oktober 2011.
3.  Amilya Putri, “Kajian Layanan Sms Banking” http://id.scribd.com/doc/105566086/Kajian-Layanan-Sms-Banking, 11 September 2012.
4. Luh Putu R.A.R, “Aplikasi Model TAM Terhadap Pengguna Layanan Internet Banking di Kta Denpasar”, Tesis, 2013.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sponsor by Rubber Gank